hai readersssssssss..
maaf nih lama gak nge - post.
Jadi beberapa waktu yang lalu IT bekerja sama dengan Jurnalistik sekolah 14 utk membuat artikel ttg harlem shake .
nih langsung aja artikelnya !
" ‘DUDA HARLEM SHEYK!!!!!!!!!!!!!’
maaf nih lama gak nge - post.
Jadi beberapa waktu yang lalu IT bekerja sama dengan Jurnalistik sekolah 14 utk membuat artikel ttg harlem shake .
nih langsung aja artikelnya !
" ‘DUDA HARLEM SHEYK!!!!!!!!!!!!!’
Hai kawan-kawan empat lima di penjuru dunia
dimanapun kalian berada, tahukah kalian tentang lagu diatas? Bukan. Ini bukan
lagu Agung Hercules ataupun lagu Duo Racun. Bukan. Tau ga lagu siapa? Gue juga
gatau. Jadi ini itu lagu yang diperuntukkan untuk mengiringi sebuah tarian
gitu. Nama tariannya ‘HARLEM SHAKE’. Sama kayak lagunya.
Kalo dulu kita punya Gangnam Style,
sekarang kita punya Harlem Shake. Apa bedanya Gangnam Style sama Harlem Shake?
Nih dia:
Gangnam Style atau "Gaya Gangnam" adalah sebuah singel K-pop tahun 2012
yang dinyanyikan oleh rapper Korea Selatan, Park Jae Sang, atau yang lebih
dikenal dengan nama PSY. Gangnam Style secara umum mendapat pujian oleh para
kritikus karena ritme humornya yang catchy serta gerakan tari PSY yang tidak
biasa yang telah memperkenalkan K-pop pada banyak orang di seluruh dunia. Tarian
ini mencontoh gerakan menungging kuda. Eh, menunggang kuda. Lagu ini pertama
kali dirilis pada tanggal 15 Juli 2012 dan langsung memuncaki tangga lagu Korea
Selatan, Gaon Chart. "Gangnam Style" juga menjadi video K-pop yang
paling banyak ditonton di Youtube.
Sedangkan untuk tarian Harlem Shake adalah sebuah tarian terinspirasi dari Eskista, sebuah dansa ala Ethiopia yang berkembang di daerah Harlem, New York, sekitar tahun 1981. Dan tahun 2001 tarian ini mulai popular berkat rapper bernama G Dep yang memasukan tarian Harlem Shake di Vklipnya berjudul “Lets Get It”. Beda dengan Gangnam Style, Harlem Shake gerakannya lebih random.
Sedangkan untuk tarian Harlem Shake adalah sebuah tarian terinspirasi dari Eskista, sebuah dansa ala Ethiopia yang berkembang di daerah Harlem, New York, sekitar tahun 1981. Dan tahun 2001 tarian ini mulai popular berkat rapper bernama G Dep yang memasukan tarian Harlem Shake di Vklipnya berjudul “Lets Get It”. Beda dengan Gangnam Style, Harlem Shake gerakannya lebih random.
Udah tau kan bedanya? Ya jelas beda banget
lah. Kerenan mana? Gatau. Nilai aja sendiri HAHA. Apaansih. Ohiyak. 45 mau
bikin video Harlem Shake? Boleh. Gue juga udah punya scenario kalo lo semua mau
bikin videonya. Nih gue udah bikin dua skenario:
Pertama, ada seseorang yang lagi beli
tempenya mbak Ina. Sebut saja dia Ijan. Jadi, si Ijan ini lagi beli tempenya
mbak Ina. As usual, tempenya mbak Ina selalu kayak dokter, kita kayak pasien.
Kenapa? Iya, kita harus nungguin. Dan begitu tempenya jadi, lo udah berlumuran
iler sampe bawah-bawah, dan lo akhirnya gajadi makan tempe karena lo sudah jadi
mutant iler. HAHA apaansih. Lanjut. Karena Ijan ini lelah, akhirnya dia duduk
di kursi panjang sembari menunggu tempe pesanannya datang. 1 tahun kemudian,
Ijan telah menunggu. Tapi dia udah ganti kostum. Dia sekarang nungguin pake
toga, ceritanya baru pulang dari wisuda. Loh, nungguin apaan? Nungguin tempenya
mbak Ina, belom jadi-jadi. Karena Ijan lelah, jadi dia nunggu lagi. Tapi tidak
sebertahan tahun lalu. Karena bosan, akhirnya Ijan memutuskan untuk melakukan
sesuatu. Dan tahukah sesuatu yang Ijan lakukan? DIAM. Gadeng. Nenek-nenek yang
giginya ompong atu juga tau kalo lagi bosen itu gaboleh diemJ Jadi Ijan memutuskan untuk joget. Ijan joget-joget sendiri gajelas
gitu. Pokoknya random banget. Terus ada temennya Ijan, sebut saja Jojor. Dia
dateng menghampiri Ijan: ‘JAN, NGAPAIN LUUUU?’ Tapi, Ijan masih diem. Karena
Jojor berenti di depan pintu sambil ngeliatin Ijan, otomatis lah pintunya
kealangan. Pintu sekecil itu, badan… EH GAJADI. Jadilah orang-orang ngantri
nungguin Jojor masuk. Dan akhirnya terdengar suara lagu itu. Dan karena mereka
semua bosen ngantri, mereka telah melihat Ijan kena demam tinggi, joget-joget
gitu, akhirnya mereka semua ikutan. Mbak Ina juga ikutan. Dan…….. tempenya ga
selesai-selesai. Tq.
Skenario kedua, diawali dengan guru-guru
yang sedang malas mengajar. Sebut saja itu guru Seni, guru Praktek Bahasa
Inggris, dan guru Bahasa Jepang. Mereka semua sedang bosan karena mengajar anak
muridnya itu. Karena mereka bosan, akhirnya mereka pergi ke sebuah pohon yang
rindang sambil ngopi-ngopi dan ngeroko-ngeroko. Mereka tetap bosan. Berharap
bel cepat berbunyi. Ingin pulang kerumah, tetapi apadaya. Mereka tetap bosan
karena sudah sering melakukan semua aktivitas ini: Ngajar-Ga didengerin-Izin
keluar-Ke DPR (If u know what I mean)-Ga balik balik lagi. Karena bosan, si
guru Seni mencoba mengambil apa yang ada di dalam tasnya. Apakah itu? Blangkon,
reog, batik, dan keris. Kalo sang guru Praktek Bahasa Inggris? OOOO todak salah
lagi, dia membawa kostum ondel-ondel. Sedangkan guru Bahasa Jepang, dia membawa
kimono. Mereka semua mencoba memakai semua properti itu, untuk menghilangkan
segala kebosanan yang ada. DAN APAKAH KALIAN TAU? Sang guru Seni langsung
berjoget-joget gajelas gitu, terus diikuti 2 orang temannya. Karena orang-orang
merasa ganjil dengan apa yang terjaddi, mereka semua datang mendekat. Karena 3 guru ini tak memperdulikan, akhirnya
mereka melanjutkan untuk tetap berjoget. Semua orang yang melihat aksi ini
langsung ilfeel, seketika bubar. Dan inilah contoh Harlem Shakeyang FAIL.
Sekian.
BERMINAT? CONTACT AJA
080803294777777777567329
NO OFFENSE. JANGAN LAPORIN GUE! JANGAN! semangat
45 y. "
Hahahaha , gimana artikelnya ? gila kan ? iyalaaaaaaaaah
bukan 45 kalo nggak gila :D
btw nih mimin selipin video youtube harlem shake dari indonesia :
Byeeeeeeeeeee readers !
Thanks for Visiting F4ST :D
hendri nehhh
ReplyDeleteJadi ini kerjaannya ranking 1 paralel 45....
ReplyDelete